Terkenal Keindahan Alamnya, Negara Maju Ini Peduli Palestina

Maqna.id - Islamicity Index (Courtesy Image: Arifa Fiqria photos)
Mendominasi Index, Negara Non-Muslim Ini Urutan 1 Islamicity
February 18, 2019
Maqna.id - Suku Polinesia Muslim (Courtesy Image: The Nusantara World & Al Jazeera TV - Ramadan North & South)
Berada di Selatan Dunia, Suku Ini Banyak Memeluk Islam
March 4, 2019

“Everybody needs beauty as well as bread, places to play in and pray in, where nature may heal and give strength to body and soul.”

Quotes di atas ditulis oleh seorang filsuf lingkungan bernama John Muir. Beliau percaya bahwa manusia membutuhkan keindahan (alam), seperti layaknya roti (makanan) atau tempat untuk bermain dan beribadah karena alam dipercaya dapat menyembuhkan dan memberikan kekuatan kepada manusia, baik secara jasmani maupun rohani. Dengan menikmati keindahan alam, manusia diharapkan dapat merasakan kedamaian dan mendapatkan energi yang luar biasa dari Sang Maha Pencipta untuk mendengar suara hatinya dan berintrospeksi darimana dirinya berasal atau apa tujuan diciptakannya di dunia.

Alam merupakan bukti dari Sang Maha Pencipta kepada manusia untuk meyadari keberadaan-Nya. Tidak ada penciptaan-Nya yang sia-sia. Semua ada karena ada tujuan dan hikmahnya. Sumber penciptaan manusia dan keterkaitannya dengan alam juga tertulis dengan jelas di dalam Al Qur’an yang artinya:

“Dia (Allah SWT) telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan memerintahkan kalian untuk memakmurkannya.” (Q.S. Al-Hud ayat 61)

Allah SWT pada ayat lainnya juga melarang manusia untuk berbuat kerusakan di alam ini sebagaimana berbunyi:

“Janganlah kalian berbuat kerusakan di muka bumi setelah Allah SWT memperbaikinya.” (Q.S. Al A’raf ayat 56)

Kedekatan manusia dengan alam inilah yang membuat manusia kembali kepada fitrahnya, yaitu dorongan untuk mencari hakikat kebenaran dan keadilan kepada sesama manusia maupun kepada ciptaan Allah SWT lainnya. Kenapa demikian? Karena manusia pada dasarnya senang dengan keindahan dan keharmonisan. Sebaliknya, batinnya akan terusik apabila melihat kedzoliman dan ketidakadilan di muka bumi. Hal ini dapat penulis lihat dari Negara bernama New Zealand.

New Zealand terkenal dengan keindahan alam dan masyarakatnya yang peduli dengan alam. Kiwi atau New Zealanders memang sangat menyukai kegiatan alam terbuka dan saking cintanya kepada alam, Negara ini merupakan Negara pertama yang mengakui sungai sebagai entitas hidup yang patut memiliki hak, nilai dirinya sendiri, dan memperoleh status hukum layaknya manusia.

Bayangkan ini hanya salah satu contoh, bagaimana New Zealand memuliakan ciptaan Allah SWT berupa sungai. Sementara, bagaimana kepeduliannya kepada sesama manusia? Tahukah Anda bahwa New Zealand merupakan satu-satunya Negara Maju yang mengajukan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB) untuk menolak pemukiman baru Israel di Palestina? Sementara kemana suara Negara lainnya? Takutkah mereka kepada Israel? Mungkin saja.

Pada akhir tahun 2016, hanya ada 4 Negara dari 128 Negara yang berani mengajukan resolusi DK-PBB untuk menolak pemukiman baru Israel di Palestina, yakni New Zealand, Malaysia, Senegal, dan Venezuela. Dengan resolusi tersebut, Alhamdulillah akhirnya Palestina diakui oleh PBB dan meraih kemenangan atas Israel setelah kurun waktu 36 tahun.

Kemudian apa alasan New Zealand berani untuk bersuara walaupun telah dikecam oleh PM Israel, Benyamin Netanyahu berupa ‘deklarasi perang’? Sementara tahun 2017, Presiden Amerika, Donald Trump juga berulah dengan mengakui Jerusalem sebagai ibukota Israel. Alasan mayoritas New Zealanders ini dapat kita dengar dari PM New Zealand, Jacinda Ardern yang dengan tegas mengatakan bahwa:

“New Zealand telah dan selalu memiliki kebijakan luar negeri yang independen – kami mendasarkan keputusan kami pada prinsip, bukan dengan intimidasi. Kami selalu mengambil kebijakan yang luar biasa yang berprinsip.”

Begitu juga disampaikan oleh Menteri Luar Negeri New Zealand, Winston Peters:

“Resolusi tersebut menyerukan percepatan upaya untuk mencapai perdamaian yang komprehensif, adil, dan abadi di Timur Tengah. Ini adalah sesuatu yang kita semua dapat mendukung.”

Berdasarkan cerita di atas, penulis berharap Negara kita dapat belajar dari New Zealand untuk berprinsip dalam membela kebenaran kepada sesama manusia dan berlaku adil kepada alam atau ciptaan Allah SWT lainnya. Karena tujuan Allah SWT menciptakan manusia di dunia ini tidak lain adalah sebagai khalifah, yaitu (1) Menjadi pemimpin yang adil bagi diri sendiri ataupun orang lain dalam upaya mencari ridho Allah SWT; (2) Memelihara, memakmurkan, melestarikan alam, dan mengambil manfaatnya demi terwujudnya kesejahteraan umat manusia.

Oleh karena itu, Maqna.id sebagai tour organizer yang peduli dengan pengetahuan dan nilai baik, inshaa Allah ingin mengajak Anda untuk mengunjungi satu-satunya Negara Maju yang mendukung kemerdekaan Palestina ini untuk mempelajari dan mencari hikmah melalui tour yang inspiratif dan penuh makna di mana sejalan dengan slogan kami, yakni Traveling with Meaning.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi link berikut ini: https://maqna.id/portfolio-item/stunning-north-island-new-zealand-7d6n/. Terima kasih.

*Ingin lebih melihat aksi pemerintah dan masyarakat New Zealand dalam membela hak Palestina, mohon saksikan video berikut ini: 

Pemerintah NZ terhadap Palestina

Masyarakat NZ terhadap Palestina

Penulis:

Arifa Fiqria

 

Maqna.id | Training | Tour Organizer | Traveling with Meaning

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *